HERU SUBROTO, S.Pd. : Jika Harus Terpakasa Mondar Mandir-Sang Pujangga tetap tapaki Takdir, tuhan benar dengan janji-Nya

Selasa, 05 Juli 2011

Kembang Kuburan

oleh Heru Diana pada 14 Juni 2011 jam 13:32
 
aku berdua saja dengan dirinya
dan setidaknya untuk hari ini, bertemu
 selayaknya untuk begitu, harapan satu menuju dinding itu
 di perjalanan yang tidak pernah aku lalui itu, di sudut pengkolan
aku mengecup keningnya
dingin tak berasa, panas tak mungkin hilaf
 buhul kemenyan bunga dan darah dara berserakan menjalani nasibnya
 saya atau aku atau kalian atau siapapun, diam...
gambarannya mirip wanita cantik berambut panjang
 daster putih tak seputih bayangannya
 hanya mengumpat karena terlantar ditinggal poligami
 lalu aku berjalan dengan siapa
 lalu aku lagi di mana
 lalu aku ngikut dengan siapa
 lalu untuk apa bunga di rambut
 Entahlah
 aku takut sendiri

Tidak ada komentar:

Entri Populer